Selasa, 08 November 2016

How to install .NET Framework 3.5

How to install .NET Framework 3.5 on Windows Server 2012 and Windows Server 2012 R2

  posted in: Blog, Configuration Manager 2012 |  197
If you have an application that you want to run on Windows Server 2012 that requires the .NET Framework 3.5, you will most likely run in to a problem when trying to install it. If you are trying to install .NET Framework 3.5 from the Server Manager GUI, you will see this when installing the feature:
“Do you want to specify an alternate source path? One or more installation selections are missing source files…”
Bug when adding .net framework 3.5 in Server 2012
To solve this, you can either:
1. Go to a command prompt and enter this:
dism /online /enable-feature /featurename:NetFX3 /all /Source:d:\sources\sxs /LimitAccess
Note: Source should be the Windows installation disc. In my case, this was located on D:
Bug when adding .net framework 3.5 in Server 2012
2. Go down to “Specify an alternate source path” and enter “d:\sources\sxs” as the path.
Specify alternate source path windows server 2012 .net framework 3.5
Specify alternate source path windows server 2012 .net framework 3.5

Kamis, 03 November 2016

Merubah MAC Address For Windows


MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.


berikut ini langkah-langkah dalam merubah mac address pada windows : 

1. pilih control panel
2. klik kanan kemudian properties pada bagian LAN card yg akan di rubah MAC address nya
3. klik tombol configure
4. pilih tab advance
5. pilih network address kmudian pilih value
6. untuk value diisi sesuai dgn mac addres yg kita inginkan

Selamet Mencoba Sobat
ABAH

Jumat, 21 Oktober 2016

Display Proyektor

Beberapa cara untuk menampilkan laptop ke LCD Proyektor, yang pastinya anda harus menghubungkan Laptop anda dengan LCD Proyektor dengan DATA Monitor. Setelah itu ada beberapa jenis Laptop yang langsung mendeteksi dan menampilkan melalui LCD Proyektor. Tapi ada juga yang harus harus di setting terlebih dahulu. Untuk jenis Settingannya adalah sebagai berikut :
  
Untuk Lapotp Compaq : Tekan fn+F4 (tunggu beberapa detik karena LCD proyektor akan mencari perangkat). Ada beberapa mode jika fn+F4 (F4 ditekan 1x)  biasanya tampilan hanya di LCD Proyektor sedangkan di Lapotop akan Blank, jika fn+F4 (F4 di tekan 2x) maka akan muncul di Laptop dan LCD Proyektor. Nah ini cara yang pertama, cara kedua adalah…..
Setting Dekstop
  1. Masuk ke dekstop Laptop Anda
  2. Klik kanan di Dekstop
  3. Pilih Graphics Option>Output To>Intel(R) Dual Display Clone>Notebook + Monitor
  4. Tunggu beberapad detik untuk LCD akan mencari perangkat dan akan muncul di Laptop dan LCD Proyektor.
  5. Lebih jelasnya lihat gambar di bawa ini :

Atau bisa juga kejadian seperti ini : ketika akan mengkoneksikan Laptop dengan LCD Projektor kok gak bisa, tetep aja muncul tulisan “no signal” di layar LCD Proyektornya. Karena waktu berjalan terus, tanpa pikir panjang akhirnya  menggati dengan Laptop “Acer Aspire 4720 Z” yang menggunakan Windows Xp… jreng…jreng…jreng, dengan memencet kombinasi tombol “FN+F5” seperti biasanya koneksi LCD dan Laptonya langsung terjadi tanpa halangan.
Jurus terakhir  merestart laptop sambil menghubungkannya dengan LCD Projektor (akhirnya bisa konek juga), akan tetapi Display Laptopnya tidak tampil.

Untuk koneksi Laptop “Toshiba L630” dengan “LCD Acer” , setingan dan langkah-langkahnya adalah :
1. Melakukan setting “Screen Resolution”
2. Setting koneksi, dengan cara : (Klik kanan di Desktop > Graphics Options > Output To > Clone Displasy > Built-in Display + Monitor)
koneksiin proyektor ke windows 7 secara singkat.
1. Buka control panel
2. Klik connect to projektor
3. Maka akan muncul gambar seperti di bawah ini
4. Pilihan settingan yang anda inginkan
ket :
  • Computer only: Hanya menampilkan pada Laptop.
  • Duplicate: Menampilkan pada laptop dan Projector.
  • Extend:Freeze layar pada Projector. Jadi Projector akan terlihat diam, disamping itu kita bisa mengotak-atik laptop kita.
  • Projector only: Hanya menampilkan pada Projektor.
Cara kedua (menggunakan shortcut):

1. Klik Windows+p

2. Maka akan muncul gambar seperti di bawah ini
Nyalakan laptop dan tunggu hingga mulai. Laptop harus secara otomatis mendeteksi monitor dan menyesuaikan ke layar. Jika monitor tetap hitam, akses tombol "Display Function" pada laptop Anda. Ikonnya adalah segi empat dengan dua garis vertikal di sekelilingnya. Tekan sekali untuk mengaktivasi monitor.
Atur Setting Anda
Di Windows 7:
  • Klik Start, akses "Control Panel" lalu pilih "Appearance and Personalization." Cari opsi yang menyebutkan "Adjust Screen Resolution" dan klik sekali. Sebuah window kecil muncul dengan dua monitor berlabel "1" dan "2."
  • Klik ikon "Identify" dan "1" besar muncul di satu monitor sementara "2" besar muncul di monitor yang lain.
  • Pilih drop-down menu di samping "Multiple Displays." Pilih "Extend these displays" dan klik terapkan. Desktop kini diperluas. Sesuaikan "Resolution" dan "Orientation" untuk menyelesaikan pengaturan khusus.
Di Windows Vista:
  • Klik ikon "Start", pergi ke "Control Panel" dan pilih "Personalize”. Pilih "Display Settings”.
  • Klik ikon "Identify" dan "1" besar muncul di satu monitor sementara "2" besar muncul di monitor yang lain.
  • Klik pada kota centang berlabel "Extend My Desktop to This Display" lalu klik "Apply".
Di Windows XP:
  • Klik kanan pada Desktop dan pilih "Properties”. Klik tab "Settings".
  • Pilih ikon "Identify" di bagian bawah window. Ingat angka yang berkedip pada monitor yang terpasang. Klik sekali untuk menyorotnya. Klik pada kotak centang berlabel "Extend my Windows desktop onto this monitor”.
  • Klik pada "Apply" lalu "OK" untuk keluar dari setting.
Semua Versi
Jika Anda set up monitor di sebelah kanan laptop, Anda perlu membuat penyesuaian kecil karena secara default, ekstensi pergi ke kiri. Di window "Display Settings" atau "Adjust Screen Resolution", drag ikon monitor terkait ke sisi kanan laptop monitor. Ini akan membuat ekstensi layar diterapkan ke kanan dan bukan kiri. Klik "Apply" untuk menyimpan setting.
 Proses koneksi cukup jelas. Pemilik Windows 7 dapat melakukan ini dalam hitungan detik dan hanya memerlukan sedikit penyesuaian jika diperlukan. Ketahui Anda akan menggunakan set-up ganda paling banyak untuk apa dan kemudian menyesuaikan setting yang diperlukan.
2.     Selain cara di atas, ada cara lain yang didasarkan pada merk laptop masing-masing, yaitu :
  • Fn + F3 untuk laptop Panasonic dan Nec
  • Fn + F6 untuk laptop Acer, HP, Sharp dan Toshiba
  • Fn + F7 untuk laptop Lenovo dan Sony
  • Fn + F8 untuk laptop Dell dan Epson
  • Fn + F10 untuk laptop Fujitsu
  • F7 untuk laptop Apple

Minggu, 08 Mei 2016

Leading Edge PC Virtualization


VMware Workstation Pro transforms the way technical professionals develop, test, demonstrate and deploy software by running multiple x86-based operating systems simultaneously on the same PC. Built on 15 years of virtualization excellence and winner of more than 50 industry awards, VMware Workstation Pro takes desktop virtualization to the next level by giving users an unmatched operating system support, rich user experience and incredible performance.
Desktop Virtualization for Windows and Linux with VMware Workstation Pro

State of the Art Desktop Virtualization for Windows and Linux

VMware Workstation Pro takes advantage of the latest hardware to replicate server, desktop and tablet environments in a virtual machine. Run applications on a breadth of operating systems including Linux, Windows and more at the same time on the same PC without rebooting. VMware Workstation Pro makes it really easy to evaluate new operating systems like Windows 10, test software applications and patches, and reference architectures in an isolated and safe environment. No other desktop virtualization software offers the performance, reliability and cutting edge features of Workstation Pro.

Create Powerful Virtual Machines

With the ability to allocate multiple processor cores, gigabytes of main memory, and graphics memory to each virtual machine, Workstation Pro maximizes your computer’s resources to run the most demanding applications in a virtual environment. Workstation Pro even lets you run virtual ESXi hosts and vSphere appliances, letting you create an entire Software Defined Data Center right on your desktop.
Create powerful virtual machines with VMware Workstation Pro
vCloud Air to Move Your VMs from PC to Cloud

From the PC to the Cloud

Seamlessly access all the virtual machines you need, regardless of where they reside, from the PC to the cloud. Simply drag and drop to move your virtual machines from your PC to the private cloud with VMware vSphere or the public cloud with vCloud Air. By leveraging the hybrid cloud you are no longer constrained by the power of your PC and can quickly migrate and scale your workloads to the cloud while reducing complexity and maintaining compatibility.

Take Control of Your Virtual Machines

Workstation Pro gives technical professionals powerful controls over how to set up and interact with virtual machines. Choose from a wide variety of options for installing, protecting, connecting, sharing and viewing virtual machines to save valuable time. You can even create virtual machines that are encrypted, require a change of password and expire at a predefined date and time. Use the virtual network editor to build up to 20 custom virtual networks for connected multi-tier applications. Leverage the Snapshot feature to preserve the state of a virtual machine so you can return to it at any time.
Powerful controls of Virtual Machines with VMware Workstation Pro
Share virtual machines with VMware Workstation Pro

Share Your Virtual Machines

Sharing a virtual machine is the quickest way to share and test applications with your team in a more production like environment. Run VMware Workstation Pro as a server to share a repository of pre-loaded virtual machines in every desired configuration with your teammates, department or organization. VMware Workstation Pro provides enterprise caliber control over user access when sharing virtual machines.

VMware Workstation Pro is Designed For

Software Developers
Software developers rely on Workstation Pro integration with Visual Studio, Eclipse and other tool suites to streamline the development and debugging of their applications in multiple operating systems and environments. Developers can replicate a production web or hybrid cloud environment right on their PC.

Quality Assurance
Quality assurance teams use Workstation Pro to efficiently and economically test applications on a complex matrix of operating systems, application platforms and browsers—all while doing away with repetitive configuration tasks.

IT Professionals
VMware Workstation Pro allows IT professionals to safely test patch deployments, system upgrades and migrations in isolated sandbox environments on a single PC. Quickly recreate, capture and troubleshoot customer issues in a virtual environment. Experiment by running multiple operating systems and applications, or run enterprise-focused hypervisors like ESXi as virtual machines to build a personal lab while preparing forVMware Certification tests (i.e. VCP).

Technical Sales Professionals
Systems engineers and other technical sales professionals love Workstation Pro because it gives them the power to demonstrate complex multi-tier applications with ease. Workstation Pro can simulate an entire virtual network environment—including clients, servers and database virtual machines—all on a single PC.

Teachers and Trainers
Trainers use VMware Workstation Pro to create virtual machines for students that contain all the lessons, applications and tools required for the course. At the end of each class, VMware Workstation Pro can automatically revert the virtual machines back to their original state.

Kamis, 31 Maret 2016

Harddisk vs SSD

Harddisk vs SSD gagal kerja storage sebenarnya kerusakannya sama saja walau SSD lebih aman


Berapa banyak harddisk gagal bekerja setelah lama dipakai. Pabrikan menyebut 600 ribu jam, tapi ada saja yang gagal sebelum waktunya. Tapi tingkat rata rata kerusakan harddisk hanya mencapai 1.44% saja. Dibawah ini rangkuman dari Toms untuk kinerja SSD dan Harddisk, diambil dari berbagai nara sumber.

Kerusakan rata rata harddisk dimulai dari tahunn ke 2 dan ke 3, lalu turun di tahun ke 4 dan kembali naik setelah 5 tahun dipakai.



Berbeda dengan pemakaian harddisk kelas enterprise atau harddisk kelas server yang menyebut 1 juta jam kerja. Kerusakan harddisk baru banyak rusak setelah 3 tahun dipakai dan naik lebih banyak yang rusak pada tahun ke 4.
Kerusakan harddisk tidak disebabkan langsung karena suhu panas. Walau ada kemungkinan harddisk gagal kerja karena panas, hubungan panas sangat kecil dibanding kerusakaan selama pemakaian harddisk bekerja.

Bagaimana dengan SSD, mungkin SSD masih baru tapi catatan kerusakan SSD relatif sangat kecil. Jumlahnya hanya separuh SSD gagal kerja dibanding harddisk. Kenyataannya SSD memang ada yang rusak. Contoh produsen boleh menyebut 600 ribu jam kerja SSD mereka, tapi sebelum umur tersebut SSD bisa saja rusak. Harddisk mengunakan disain mekanik dan motor, ada kemungkinan sistem mekanik terjadi kerusakaan. SSD mengunakan chip dan sangat minim mengalami kerusakan. Nyatanya tetap ada yang mengalami kerusakan.

Dibawah ini perbandingkan storage yang dikembalikan ke pabrik karena gagal kerja dari penjualan periode 2009 sampai di servis pada tahun 2010. Kerusakaan SSD dan harddisk berbeda beda. Ada yang mengalami kenaikan ada juga yang mengalami penurunan.

Dijual antara 10/1/2009 - 4/1/2010, RMA 10/1/2010
1 TB Hard DrivesReturn Rate2 TB Hard DrivesReturn RatesSSDsReturn Rate
Hitachi Deskstar 7K1000.B5.76%WD Caviar Black WD2001FASS9.71%Intel0.59%
Hitachi Deskstar 7K1000.C5.20% Hitachi Deskstar 7K20006.87%Corsair2.17%
Seagate Barracuda 7200.113.68%WD Caviar Green WD20EARS4.83%Crucial2.25%
Samsung SpinPoint F13.37%Seagate Barracuda LP
4.35%
Kingston2.39%
Seagate Barracuda 7200.122.51%Samsung EcoGreen F34.17%OCZ2.93%
WD Caviar Green WD10EARS2.37%WD Caviar Green WD20EADS2.90%  
Seagate Barracuda LP2.10%    
Samsung SpinPoint F31.57%    
WD Caviar Green WD10EADS1.55%    
WD Caviar Black WD1001FALS1.35%    
Maxtor DiamondMax 231.24%    

Dibawah ini perbandingkan storage yang dikembalikan ke pabrik karena gagal kerja dari penjualan periode 2010 sampai di servis pada tahun 2011

Dijual antara  4/1/2010 - 10/1/2010, RMA 4/1/2011
1 TB Hard DrivesReturn Rate2 TB Hard DrivesReturn RateSSDsReturn Rate
Samsung SpinPoint F15.2% Hitachi Deskstar 7K20005.7%Intel0.3%
WD Caviar Green (WD10EADS)4.8%WD Caviar Green WD20EADS3.7%Kingston1.2%
Hitachi Deskstar 7K1000.C4.4%Seagate Barracuda LP3.7%Crucial1.9%
Seagate Barracuda LP4.1%WD Caviar Black WD2001FALS3.0%Corsair2.7%
WD Caviar RE3 WD1002FBYS2.9%WD Caviar Green WD20EARS2.6%OCZ3.5%
Seagate Barracuda 7200.122.2%WD Caviar RE4-GP WD2002FYPS1.6%  
WD Caviar Black WD1002FAEX1.5%Samsung EcoGreen F31.4%  
Samsung SpinPoint F31.4%    
WD Caviar Black WD1001FALS1.3%    
WD Caviar Blue WD10EALS1.3%    
WD Caviar Green WD10EARS1.2%    
Data dibawah penjualan SSD dari tahun 2009 dan kembali di servis pada tahun 2010
Dijual antara 10/1/2009 - 4/1/2010, RMA 10/1/2010
Kerusakan SSD terbanyakReturn RateKerusakan harddisk terbanyakReturn Rate
OCZ Vertex 2 90 GB2.8%Seagate Barracuda 7200.11 160 GB8.62%
OCZ Agility 2 120 GB2.66%Samsung SpinPoint F1 1 TB4.48%
OCZ Agility 2 90 GB1.83%Hitachi Deskstar 7K20003.41%

Data dibawah penjualan SSD dari tahun 2010 dan kembali di servis pada tahu 2011

Dijual antara  4/1/2010 - 10/1/2010,  RMA 4/1/2011
Kerusakan SSD terbanyakReturn RateKerusakan harddisk terbanyakReturn Rate
OCZ Agility 2 120 GB6.7%Seagate Barracuda 7200.11 160 GB16.0%
OCZ Agility 2 60 GB3.7%Hitachi Deskstar 7K2000 2 TB4.2%
OCZ Agility 2 40 GB3.6%WD Caviar Black WD2001FASS4.0%

Teknologi storage harddisk semakin baik, tetapi tidak diketahui berapa jumlah yang dijual dari masing masing model. Dibawah ini sebagai referensi saja kerusakaan yang meningkat dan menurun.
  • Harddisk Seagate Barracuda LP semakin meningkat dari 2.1% ke 4.1%.
  • WDC Green WD10ERAS lebih baik dan turun 2,4% menjadi 1.2%.

Data diatas hanya gambaran dari catatan yang dibuat. Tidak semua bisa dicatat, seperti SSD Intel tidak memiliki catatan akurat.

Data paling mudah mengetahui kerusakaan SSD vs Harddisk. Bisa diambil dari produk Steadfast Network. Mereka mengunakan 2 perangkat berbeda dari SSD dan harddisk. Menurut data mereka, kerusakan SSD dari 150 unit. Rata rata hanya 1.6% saja setelah 2 tahun pemakaian. Sedangkan harddisk yang digunakan 2800 unit lebih, mengalami kerusakan 5% selama 6 tahun pemakaian.

Data dari perusahaan backbone internet Softlayer mengunakan 5000SSD
Dipasang untuk 
  • Intel 64GB X24-E SLC, 3586 unit, hanya 2.19% gagal kerja selama 2 tahun.
  • Intel 32GB X25-E SLC, 1340 unit, hanya 1.28% gagal kerja selama 2 tahun.
  • Intel 160GB X25-M MLC, 11 unit belum ada yang rusak karena baru dipakai selama kurang dari 1 tahun.

Apa yang perlu kita ketahui dengan SSD

  • Umur pemakaian (MTBF) bukan jaminan SSD lebih aman
  • Kekuatan kerja SSD yang diumumkan produsen, berbeda dengan angka yang ada di konsumen. Konsumen mengunakan secara praktek, produsen mengunakan angka teori.
  • Drive SSD rata rata tidak rusak diawal pemakaian, tapi rusak setelah umur pemakaian lebih lama.
  • Teknologi SMART tidak menjamin memberikan peringatan adanya kerusakan pada storage.
  • Kerusakan dari penguna Enterprise dan konsumen relatif sama
  • Kerusakan akibat suhu panas hanya berdampak kecil sekali bagi storage

Tidak ada data yang tepat apakah harddisk lebih kuat atau SSD lebih tahan lama. Data dibawah ini dari Toms mengambarkan kerusakan SSD dan harddisk memiliki angka yang sama




Kerusakan harddisk dengan panas

Lebih baik harddisk dipasangkan pendingin, dan bekerja pada suhu lebih stabil. Meningkatnya suhu harddisk akan merusak bagian head. Selisih 5 derajat Celcius dapat mengurangi umur harddisk 2 tahun. Panas dapat membuat ketinggian head harddisk menyentuh bagian piring, dampaknya merusak platter harddisk. (National Instrumen)
Pendapat dari tim Google. Harddisk dengan usia diatas 3 tahun sebaiknya diberikan pendingin yang baik. Karena beresiko gagal kerja bila terus mengalami suhu panas di dalam computer.

Data Bianca Schroeder Februari 2016
Teknologi SSD terkait dengan tipe chip NAND Flash. Chip dibuat dengan teknologi pertama SLC, disusul MLC dan terakhir TLC. Ada yang mengatakan tipe TLC sangat lemah, usianya kinerja lebih pendek. Sedangkan SLC lebih tahan lama.

Kerusakan SSD umumnya sangat lambat, dan setiap sel chip mati menyebabkan dimulainya kerusakan SSD. Membuat data tampung storage terus berkurang dengan matinya sel storage setelah berjalan waktu pemakaian. SLC sebelumnya disebutkan lebih handal dari SSD MLC bahkan SSD TLC.

Studi dilakukan oleh Universitas asal Toronto Bianca Schroeder, mengambil sampel data dari data center Google yang memakai SSD SLC selama 6 tahun

Chip NAND SLC atau SSD SLC tidak terbukti lebih tahan lama dibanding MLC. Walau harga SLC jauh lebih mahal dibanding MLC, tingkat kerusakan sama. Kerusakan chip SSD dimulai 4 tahun pemakaian. Tetapi ini adalah data dari data center dimana storage intensif digunkan oleh computer server.

Kerusakaan SSD sama saja seperti harddisk. Kerusakan harddisk di data center mencapai 2-9% pertahun. Sedangkan SSD mencapai 4-10% dan diganti setelah usia 4 tahun pemakaian. Hanya saja SSD di data center lebih sedikit diganti dibanding harddisk
Kerusakan SSD umumnya disebabkan error correction dari data yang disimpan. 30-80% masalah di bad block, dan 2-7% kerusakan pada chip NAND. Harddisk hanya mengalam kerusakan 3,5% karena bad sector selama 32 bulan pemakaian

Mana yang lebih tahan lama, SSD atau harddisk

Baik SSD vs Harddisk kedua jenis storage memiliki resiko yang sama. Terpenting dari garansi yang diberikan, bila rusak maka bisa di servis dan mendapatkan pengantian. SSD memiliki keuntungan lebih cepat dibanding harddisk. Kecepatan model low end SSD saja sudah 2x lebih cepat dari harddisk. Sedangkan model high end SSD mencapai 3x lebih cepat dari harddisk. 

Tetapi kedua jenis storage mengalami kerusakan yang sama, walau SSD memiliki keunggulan dengan kecepatan tranfer. Harga SSD masih jauh lebih mahal dibanding harddisk, SSD dapat digunakan untuk aplikasi khusus yang membutuhkan kecepatan. Untuk SSD kapasitas besar sebaiknya digunakan untuk storage data permanen. Semakin sering data di tulis (write) umur SSD akan berkurang.
Terpenting adalah membackup data. Setidaknya penguna SSD dan harddisk harus rajin mengamankan data mereka. Karena kedua storage tidak menjamin data anda yang disimpan aman selamanya.

Data diatas sudah dipublikasi tahun 2011, disusul update Schroeder tahun 2016. Mungkin sudah berubah dengan teknologi yang ada saat ini. Data terbaru dari PCworld menyebutkan, SSD sekarang lebih baik. Kerusakan SSD hanya 1.5% sedangkan Harddisk mendekati 5%. Sejauh ini SSD lebih dipercayai dibanding kinerja harddisk. Yang mana yang benar, tentu kita yang harus membuktikan

Harddisk sering rusak berdasarkan data datacenter Backblaze Update Februari 2016






Harddisk memiliki kapasitas besar, harga lebih murah, walau kecepatan kalah cepat dibanding SSD. Kapasitas hardisk besar dengan tranfer kecepatan tinggi tidak lagi menjadi jaminan kinerja harddisk cukup lama. Beberapa harddisk gagal kerja dalam hitungan bulan, atau dalam satu tahun.

Umumnya harddisk yang rusak selama garansi dianggap kerusakaan dari pabrik. 

Lewat dari 3 tahun, kerusakaan harddisk paling umum disebabkan pemakaian. Tapi apa semua harddisk memiliki kualitas sama, atau masing masing merek harddisk memiliki daya tahan tersendiri. 

Backblaze adalah sebuah perusahaan layanan penyimpan data. Perusahaan Backblaze mengunakan sangat banyak harddisk untuk storage backup pelanggan mereka. Apa yang dikatakan oleh perusahaan Backblaze ini. 

Setidaknya dapat dijadikan panduan memilih merek harddisk dari data yang dikumpulkan perusahaan ini.

Januari 2014
Blackblase mengeluarkan data kerusakan harddisk di server datacenter mereka. 41.213 harddisk yang dipakai sampai 31 Desember 2014. Kerusakaan bermacam macam dari kapasitas dan merek berbeda.

Menurut catatan data 2014 (dibanding data 2013), kerusakan terbesar ada di Seagate Barracuda 7200.14 3TB.

Harddisk sering rusak tipe 3TB tahun 2014
Untuk harddisk 4TB yang dibeli tahun lalu, angka kerusakaan masih rendah. 
Di tahun 2014, dari 12 ribu harddisk Seagate 4TB, yang rusak hanya 2,6%.
Harddisk Hitachi yang dijual sedikit lebih mahal, memiliki kerusakan 1,4%
Untuk 4TB masih data sementara, karena harddisk tersebut adalah model baru dan baru digunakan tahun 2014 lalu. Data kerusakaan harddisk sebenarnya harus menunggu data tahun selanjutnya, sampai di dapat berapa kerusakaan harddisk yang terjadi untuk diakumulasi.

Catatan dari data BlackBlaze. 
Harddisk Hitachi HGST 2TB yang masuk servis, rata rata bekerja sampai 3,9 tahun dengan kerusakan 1.1% saja. 
Seagate 3TB yang masuk servis 2,2 tahun, rata rata kerusakannya mencapai 43,1%. Sebagai harddisk dengan kerusakaan terbanyak.

September 2014
Pabrik harddisk boleh mengatakan, harddisk mereka mampu bekerja dalam 1 juta jam. Apa benar seperti itu, berapa persentasi kerusakan harddisk mereka sebenarnya. 

Menurut data Cloud Backup perusahaan Backblaze mengatakan berbeda. Ini berdasarkan data yang dikumpulkan perusahaan storage atau penguna harddisk. Produk terbaik adalah Hitachi dengan tingkat kegagalan paling rendah, disusul Western Digital. Bagaimana dengan Seagate, paling banyak rusak, mencapai 10% lebih.

Data dibawah ini mungkin menakutkan bagi kita. Walau ada perusahaan yang mengungkap kegagalan harddisk ke publik, tetapi mereka tidak mau menyebutkan merek. Backblaze menyebutkan merek dan kapasitas harddisk yang mereka anggap gagal. 

Dalam setahun pemakaian, Seagate dapat terlihat kerusakan paling besar. Rata rata 10 harddisk, 1 harddisk rusak. Western Digital dan Hitachi masih 4% atau 20 harddisk hanya 1 yang rusak dalam setahun.

Data Januari 2014


Update September 2014, data diambil dari 34.881 unit harddisk untuk 100TB.
Kerusakan harddisk Seagate naik dari 9% ke 15%
WDC naik dari 4% ke 7% , khususnya 3TB
Hitachi memiliki harddisk dengan kerusakan paling sedikit untuk 3TB hanya naik 1%. 2TB mulai mengalami peningkatan kerusakan
Seagate 1.5TB tipe Barracuda 7200.11, dan 3TB . Kerusakaan harddisk meningkat mencapai 24.9%


Number of Hard Drives by Model at Backblaze
ModelKapasitasJumlah harddiskUsia pemakaian (Tahun)Rata gagal kerja
Seagate Desktop HDD.15
(ST4000DM000)
4.0TB96190.63.0%
Hitachi Deskstar 7K2000
(Hitachi HDS722020ALA330)
2.0TB47063.41.1%
Hitachi Deskstar 5K3000
(Hitachi HDS5C3030ALA630)
3.0TB45932.10.7%
Seagate Barracuda 7200.14
(ST3000DM001)
3.0TB38461.915.7%
HGST Megascale 4000.B
(HGST HMS5C4040BLE640)
4.0TB28840.2n/a
Hitachi Deskstar 5K4000
(Hitachi HDS5C4040ALE630)
4.0TB26271.21.2%
Seagate Barracuda LP
(ST31500541AS)
1.5TB16994.39.6%
HGST Megascale 4000
(HGST HMS5C4040ALE640)
4.0TB13050.1n/a
Hitachi Deskstar 7K3000
(Hitachi HDS723030ALA640)
3.0TB10222.61.4%
Western Digital Red
(WDC WD30EFRX)
3.0TB7760.58.8%
Western Digital Caviar Green
(WDC WD10EADS)
1.0TB4764.63.8%
Seagate Barracuda 7200.11
(ST31500341AS)
1.5TB3654.324.9%
Seagate Barracuda XT
(ST33000651AS)
3.0TB3182.26.7%


Perusahaan Cloud Backblaze mengunakan harddisk sampai kapasitas 40 PetaByte dengan Seagate, 36PB merek Hitachi dan 2,6PB dari WD.
Mereka mengunakan harddisk Samsung (yang dijual ke Seagate tahun 2011) dan Toshiba, tapi jumlahnya tidak bisa dimasukan dalam data perbandingan karena tidak signifikan sebagai sumber data.

Walau satu merek, kemampuan harddisk ternyata berbeda. Misalnya merek Hitachi yang sudah diambil WD, tetap kualitas harddisk Hitachi (HGST) lebih baik.

Yang menarik lainnya, kualitas harddisk dalam satu merek juga berbeda kualitasnya.
Seagate Barracuda 1.5TB mampu bekerja selama 4 tahun, dengan kerusakan 25% pertahun.
Seagate Barracuda 4TB malah lebih bagus dan kerusakannya paling kecil sekitar 3.8% 
Hitachi paling konsisten, harddisk 2TB yang dipakai selama 3 tahun, yang rusak hanya 1.1%.
Hitachi 4TB malah kalah tangguh dibanding 2TB, walau jumlah kerusakan harddisk tidak berbeda jauh tapi naik dengan kerusakan 1,5%.

BackBlaze mengatakan harddisk di server mereka bekerja nonstop. Data dibawah ini dari kumpulan kerusakan harddisk berdasarkan 3 merek berbeda.

Data diatas tentu tidak mewakili pengunaan sehari hari untuk produk konsumen atau computer dekstop biasa.
Data dari Backblaze dapat mewakili daya tahan harddisk bila anda mengunakan ke 3 merek diatas  dan bekerja selama 24 nonstop, maka kerusakaan harddisk dari merek terseut mungkin akan terjadi seperti data diatas.

Backblaze mengatakan kerusakan harddisk bisa terjadi karena masalah di server. Getaran dari harddisk yang jumlahnya sangat banyak dapat merusak sebagian harddisk lain. Karena server Blackblaze mengunakan 40an unit harddisk dalam casing server 4U. 

Pihak Backblaze tetap membeli harddisk ke Seagate. Karena Seagate menawarkan harddisk lebih murah untuk RAID. Bagaimana dengan Hitachi sebagai produk paling handal, tentu kita tidak tahu atau tidak perlu tahu. Karena produk Hitachi sudah dimiliki oleh WD. Data diatas dapat dijadikan referensi bagi penguna computer. Tapi bukan untuk menentukan buruk baiknya sebuah merek harddisk.

Perusahaan BackBlaze pernah mengeluarkan data serupa pada tahun lalu. Tapi tidak menyebutkan merek karena belum bisa di analisa. Baru tahun ini kembali mengeluarkan data termasuk spesifikikasi harddisk dari masing masing merek harddisk.

Tapi data diatas hanya data dari satu perusahaan. Belum tentu semua harddisk Seagate yang dikatakan mudah rusak. Ada yang memakai harddisk Seagate sejak 2006 atau selama 8 tahun masih bekerja baik.

April 2015
Sebelumnya BackBlaze membeli ribuan unit harddisk model ST3000DM001. BackBlaze memutuskan menarik harddisk Seagate ST3000DM001 dari sistem Cloud Storage. 

BackBlaze menyebut kerusakan harddisk Seagate paling besar. Terakhir hanya tersisa 6% harddisk Seagate 3TB tersebut yang dibeli pada tahun 2012 yang masih bekerja. BackBlaze mengatakan kerusakan hanya terjadi di 3TB, sementara Seagate 4TB jauh berbeda dan kerusakan sangat rendah 2,6%. 

Harddisk Seagate 3TB paling banyak rusak ditarik BackBlaze
Februari 2016
Konsumen Amerika mengajukan gugatan ke Seagate Technology. Karena harddisk yang mereka jual, memiliki masalah kerusakan cukup tinggi.
Perusahaan hukum Hagens Berman mengajukan gugatan ke Seagate di pengadilan California Amerika. Harddisk Seagate terlalu banyak gagal kerja dibanding yang mereka iklankan.

Perkataaan Inovasi, Cepat, Kuat dan Handal, memiliki kerusakan rendah. Nyatanya kerusakan lebih banyak dari iklan.
Seagate membuat promosi di pembelian, harddisk mereka adalah produk handal untuk menjaga dokumen dan foto berharga. Tapi konsumen melaporkan kerusakan harddisk  Harddisk Seagate bahkan rusak dalam hitungan hari. Sebagian disebabkan cacat produksi dan hilangnya data penguna

Pihak Seagate berjanji akan menganti harddisk yang rusak. Tapi menurut penyelidik perusahaan, kerusakan harddisk yang rusak tinggi. Rusak diberikan harddisk baru, tapi unit penganti adalah produk defect atau produk cacat yang juga rusak kembali dengan jumlah cukup tinggi. Info dari HBSSlaw

Data dari Blackblaze berdasarkan merek dan tipe harddisk yang rusak dari 2013 sampai 2015

Berdasarkan 18 model harddisk di data center Blackblaze sampai 31 Desember 2015.

Daftar harddisk dengan kerusakan terbanyak 2013-2015 data BackBlaze

Blackblaze mengeluarkan 4 merek Seagate ST31500341AS 1.5TB (kerusakan 23%), ST3200542AS 2TB (10%), ST3000DM001 3TB (28%), ST33000651AS 3TB (5%) dan 1 model dari WDC WD10EADS 1TB (5%)